Misteri Nama Asli Kiai Agung Nepa, Waliyullah dari Kampung Raden

Santri dan Pasarean  Kiai Agung Nepa

Kiai Agung Nepa mempunyai banyak santri. Santri-santri beliau tak hanya dari Tamedung saja, namun juga dari daerah Kolpo, Batang-batang, dan ada pula santri yang berasal dari Kecamatan Batu Putih. Namun, dari sekian banyak santri Kiai Agung Nepa hanya ada beberapa santri yang terkenal, di antaranya : Bindara Abdul Zaman, Kiai Yaman, Kiai Jatim, Kiai Adam, Kiai Suma, dan Kiai Kahar.

“Dulu, kata sesepuh warga di sini, kalau santri beliau ngaji suaranya terdengar hingga ke Batu Putih. Padahal, jarak Batu Putih ke sini itu kurang lebih 7 kilometer. Saya kira itu saking walinya beliau,” ujar Bindara Kholiq sambil tersenyum simpul.

Baca Juga:  Asta Tinggi Bagian II: Cungkup Pangeran Jimat

Kiai Agung Nepa tidak mempunyai keturunan. Sehingga, yang meneruskan estafet perjuangan beliau adalah Bindara Abdul Zaman, santri sekaligus keponakan beliau. Bindara Abdul  Zaman merupakan putra tertua dari saudara Kiai Agung Nepa  yang bernama Kiai Agung Saiman, yang masyhur dengan nama Kiai Agung  Jereja.

“Kiai Agung Nepa itu tidak memiliki keturunan. Jadi, yang meneruskan estafet perjuangannya adalah Bindara Abdul Zaman dan anak cucunya sampai era sekarang ini” ungkap Bindara Kholiq.

Ket.Foto: Musholla kecil atau orang Madura biasa menyebutnya dengan kata Langgar tempat Kiai Agung Nepa mengajar para santrinya. (Mamira.ID)

Agung Nepa wafat pada bulan Muharam tahun 1211  Hijriah. Pusara beliau berada di pemakaman atau Asta Daja, komplek pemakaman para raden dan kiai di Kampung Togu, tepatnya sebelah barat balai Desa Tamedung, Kecamatan Batang Batang, Kabupaten Sumenep.

Baca Juga:  Konflik Berdarah di Atas Kapal VOC: Kisah Terbunuhnya Pangeran Cakraningrat III

Sampai saat kondisi Asta Kiai Agung Nepa dan beberapa santrinya masih tampak asli tanpa ada perubahan sedikit pun. Nisan serta kijingnya masih mengadopsi corak makam Sumenep tempo dulu. Bahkan, tata letak makam menggunakan tata letak era makam kuna. Saat ini area pemakaman tersebut juga menjadi pemakaman umum masyarakat sekitar.

Jangan lupa juga tonton video Mamira.ID di youtube:

Penulis: Abd Warits

Editor: Mamira.ID