Kapan Agama Islam Mulai Masuk Sumenep?

Mamira.ID-Banyak studi dan penelitian tentang awal masuknya Islam ke Nusantara. Nah, Sumenep, kota kecil di ujung timur pulau garam, yang juga merupakan bagian tak terpisahkan dari Nusantara, juga memiliki beberapa kisah tentang awal mula dipeluknya agama yang dibawa Rasulullah SAW ini.

Setidaknya ada dua asumsi terkait hal ini. Namun sebelumnya, perlu diketahui terlebih dulu, beberapa sejarawan Sumenep sepakat bahwa tolak ukur masuknya Islam ini, sejak digunakan sebagai agama resmi  oleh penguasanya. Artinya, tidak menutup kemungkinan Islam sudah masuk ke Sumenep sebelum penguasa-penguasa di waktu itu menganutnya. Tapi hal itu tidak bisa disebut awal masuknya Islam ke negeri yang dulu juga disebut Sumekar ini.

Baca Juga:  Sambut Tellasan Topa’, Begini Tradisi Warga Sumenep Dari Waktu ke Waktu

Kembali pada dua asumsi, asumsi pertama merujuk pada sumber lokal, bahwa pada abad 14 Masehi, Islam sudah menjadi agama penguasa di kala itu. Yaitu Panembahan Juwarsari. Dalam naskah lain tertulis Panembahan Joharsari. Tokoh ini dalam sumber lokal disebut memerintah sejak 1319 sampai 1331 Masehi.

Namun belakangan, istilah panembahan pada tokoh ini dipertanyakan, karena di waktu itu belum populer digunakan. Panembahan baru digunakan pertama kali oleh penguasa Mataram Islam di abad ke 16 Masehi, yaitu Panembahan Senopati ing Alaga. Senopati merupakan penguasa pertama sekaligus pendiri kerajaan Mataram Islam, yang dalam sumber babad memerintah sejak 1586 hingga 1601 Masehi.

Asumsi kedua, berdasarkan sumber lokal pula, bahwa di abad 16 Masehi, terjadi suksesi kepemimpinan di Sumenep. Yaitu diangkatnya Raden Tumenggung Kanduruan sebagai pengganti Pangeran Sidingpuri. Sidingpuri merupakan raja Sumenep yang gugur dalam peristiwa perang melawan Japan, di Jawa. Nah, sejak saat itu Sumenep pun di bawah kendali Jawa.

Baca Juga:  Makna Budaya Nyabis Bagi Orang Madura

Tumenggung Kanduruan, menurut sumber genealogi dan sejarah Jawa merupakan salah satu anak Raden Fatah, Sultan Demak pertama. Demak kala itu merupakan kerajaan Islam pertama di tanah Jawa. Sehingga bisa dipastikan, Islam di Sumenep sejak masa Kanduruan sudah menjadi agama resmi keraton di ujung timur Madura.

Info terkait asumsi kedua ini, juga dibenarkan oleh Sultan Abdurrahman Pakunataningrat, yaitu penguasa Sumenep yang memerintah sejak 1811 sampai 1854 Masehi. Sang Sultan ini menceritakan hal tersebut dan selanjutnya dicatat oleh Wolter Robert van Hoevell, salah satu Menteri kolonial Belanda yang pernah berkunjung ke keraton Sumenep pada tahun 1850-an.

Kendati begitu, kedua asumsi tersebut tidak lantas harus diperdebatkan tanpa ujung penyelesaian. Perlu kajian-kajian dan penggalian sumber informasi. Seperti kemungkinn bahwa Islam memang sudah masuk ke Sumenep sebelum Kanduruan. Mengingat adanya sumber lain yang menyebut bahwa Sunan Ampel, tokoh sepuh Wali Sanga pernah membentuk komunitas muslim di pesisir Jawa dan Madura. Hal itu terjadi pada rentang 1451 sampai 1477 Masehi.

Baca Juga:  Nanggala: Alat Bajak Sawah Tradisional Madura, Riwayatmu Kini

Red