Olet: Makanan Khas Lenteng yang Mulai Langka

Penyajian Olet

Potongan atau irisan olet setebal 5-7 senti meter itu kemudian disajikan diatas piring yang sudah diberi alas daun pisang muda agar tambah wangi. Irisan olet kemudian ditambah parutan kelapa dan sebagai langkah akhir disiram dengan “tangguli” atau gula aren. Olet siap disantap Bersama keluarga. Tentu dengan kombinasi bahan-bahan topping tersebut menambah kaya akan cita rasa.

Olet memiliki banyak rasa, ada manis, gurih, dan tekstur lembut setengah kenyal, sehingga membuat seseorang tak ingin berhenti menikmatinya. “Bukan hanya enak kalau olet itu, tapi juga mengenyangkan. Singkong kan juga mengandung karbohidrat dan juga serat.” Kata Pak Munir, saat menikmati olet bersama tim mamira di teras rumahnya. Beliau berprofesi sebagai guru di salah satu pesantren di wilayah Lenteng.

Selain menggunakan gula aren atau tangguli, olet juga bisa dinikmati dengan gula pasir dan juga susu kental manis. “Ini juga bisa dimakan dengan gula pasir, sama susu juga enak. Coba aja ini pakai susu,” pak Munir menyuguhkan susu kental manis yang sudah dituangkan diatas piring kecil.

Baca Juga:  Kota Tua Kalianget, Saksi Bisu Kejayaan Madura Timur Zaman Kolonial

Ibu Umbiyah membuat Olet sudah ia tekuni sejak masih remaja dulu, meneruskan usaha sang ibu. Ibu Umbiyah merupakan generasi ketiga. Menjual olet menjadi penghasilan tambahan bagi perempuan berusia senja ini. Uang hasil jualan olet dipakai untuk membeli kebutuhan sehari-hari.

“Yang termasuk orang pembuat olet yaa saya, tapi yang lain banyak juga. Usaha ini sudah puluhan tahun lamanya dan saya sudah generasi ke tiga).” Ujarnya ke tim Mamira.

Ditengah perkembangan zaman dan serbuan makanan kekinian, Ibu Umbiyah tidak yakin makanan tradisional ini akan terus bertahan dari generasi hingga ke generasi selanjutnya. Karena selain proses membuat olet yang cukup memakan waktu, ditambah pula makanan ini sudah jarang sekali generasi saat ini yang bisa membuat olet.

“Saya tak yakin Olet ini masih akan tetap ada, sekarang sudah jarang orang membuat olet, di lenteng saja ya hanya orang-orang seumuran saya yang masih tetap membuatnya,” ujarnya, dengan nada lirih menandakan kekhawatirannya olet akan hilang ditelah zaman. Disisi yang lain, keriput semakin tampak diwajahnya disaat ia tersenyum.

Baca Juga:  Mengenal Tradisi Tellasan Topa’ di Madura

Olet Menjadi Makanan Istimewa

Sebagai warisan kuliner legendaris dan semkin langka, kini Olet menjadi makanan yang istimewa. Bahkan, olet diikutkan di acara festival kuliner yang diadakan pemerintah Kabupaten Sumenep.

“Olet kemaren diikutkan di acara festival kuliner di kota, kebetulan adalah bupati langsung, Bapak Abuya Busyro Karim. Kalau dulu olet hanya sekedar makanan orang kecil atau rakyat biasa, sekarang justru orang sekelas bupati yang mesan. Orang-orang kantoran juga, mesan ke ibu saya.” Ujar pak Munir.

Namun meski tergolong sudah langka, para pecinta kuliner bisa mendapatkan sajian Olet ini di pasar Lenteng, pasar ini tidak terlalu jauh dari pusat kota. Hanya berjarak kurang lebih 10 kilo meter ke arah barat laut. Meski pasar ini selalu ramai setiap harinya, namun untuk menemukan penjual olet hanya ada saat hari minggu saja. Selain hari tersebut tidak akan ditemuakan penjual makanan tradisonal ini. Karena selalu diserbu pembeli, makanan ini hanya bertahan dua hingga tiga jam saja ditangan penjual, dari jam 7 hingga jam 10 olet akan ludes terjual.

Baca Juga:  Makamnya Dahulu Dikelilingi Sungai, Jasad Raja Sumenep Ini Lenyap Kala Dikuburkan

Para pecinta kuliner atau bagi siapa saja yang penasaran ingin mencoba makanan dengan cita rasa lokal ini harus ke pasar Lenteng. Karena dipasar-pasar lain di wilayah Sumenep akan jarang atau bahkan sulit dijumpai penjual makanan unik ini.

“Adanya hari minggu ya karena hari pasaran lenteng itu ya hari minggu, yang ramai. Selain hari itu ga bakalan ada yang jual. Atau kecuali mesan langsung ke rumah pembuat olet, seperti ibu saya ini. Ibu saya sering nerima pesanan dari pejabat-pejabat dilingkungan kabupaten Sumenep.” Pungkas pak Munir yang selalu setia menemani ibunya membuat Olet.

Tonton Juga Video ini:

Penulis : Fauzi

Editor : Mamira.id