Menjajal Lezatnya Sate Lalat, Kuliner Khas Pamekasan

Buka setiap hari

Warung sate lalat Pak Ento / H.Dodik ini buka setiap hari, sedari jam 16.00 WIB hingga jam 02.00 dini hari, tergantung satai ludes terjual. Pelanggan sate lalat Pak Ento datang dari berbagai kalangan, bahkan dari luar Kabupaten Pamekasan.

“Kalau pembeli sih macam-macam, tua dan muda, bahkan anak-anak pun juga suka sate ini, pasangan muda-mudi juga banyak. Ya, harganya standar lah. Pembeli dari luar Pamekasan yang mampir juga banyak, biasanya yang habis dari perjalanan atau hendak pergi jauh, makan malam di sini,” ujarnya

“Pak, bayar pak, berapa semuanya?” Kata salah satu tim Mamira.ID seraya berdiri mengeluarkan dompetnya. “Satenya 30 ribu mas,” jawabnya seraya memberi pertanyaan kemudian, “minumnya pake apa tadi ya? “Es teh dan jeruk hangat, Pak.” Jawab salah satu tim Mamira.ID. “Semuanya 37 ribu, mas,” jawabnya tersenyum.

Baca Juga:  Langgar Dateng Warisan Sang Wali, dan Kisah-kisah Mistis di Dalamnya
Ket.Foto: Seporsi sate lalat dengan harga hanya Rp 15000 (Mamira.ID/Gandy)

Rupanya, tak harus merogoh kocek terlalu dalam untuk menikmati seporsi sate lalat. Cukup hanya dengan membayar Rp 15.000 saja. Satu porsi berisi dua puluh tusuk sate lalat, termasuk sepiring lontong atau nasi putih.

“Tergantung permintaan pelanggan mau makan sate pakai apa, ada yang minta pakai lontong, ada yang pakai nasi, sesuai selera. Makanya saya sediakan lontong dan nasi, karena kadang ada yang minta pakai lontong soalnya,” Ucap Pak Sugi yang masih saja sempat memberi penjelasan kepada tim Mamira.ID yang siap-siap beranjak pulang.

Harganya yang murah dan rasa nikmat memikat, tentu saja membuat siapa pun dengan senang hati menikmati kuliner khas yang satu ini.

Baca Juga:  Konflik Berdarah di Atas Kapal VOC: Kisah Terbunuhnya Pangeran Cakraningrat III

Siapa pun tentu saja bisa membuat sate lalat sendiri di rumah, yang perlu disiapkan hanya daging yang dipotong kecil-kecil (lebih kecil dari ukuran sate Madura biasanya), tusuk sate, kemudian sate tersebut dibakar di atas arang yang membara. Sembari dibakar, oleskan kecap secara menyeluruh ke sate-sate tersebut. Ulangi sekitar tiga kali olesan hingga matang. Setelah matang, hidangkan sate di atas piring dan lumuri dengan bumbu kacang atau bumbu kecap, sesuai selera.

Tapi, bagi sahabat Mamira.ID yang ingin langsung menikmati sate lalat ini, tinggal datang saja langsung ke kawasan kuliner yang berada di sekitar Taman Adipura Arek Lancor, atau di sepanjang Jalan Niaga, Kabupaten Pamekasan.

Baca Juga:  Unik, Ritual Jamas Pusaka Sumenep dan Air dari Tujuh Sumber

Jangan lupa tonton video Mamira.ID di youtube:

Penulis: Ananda Indira Gandy

Editor: Mamira.ID