Atasi Kekeringan 70 Desa di Sumenep, Pemprov Jatim Salurkan Rp 130 Juta dan Siapkan Proyek Sumur Bor 2027

MAMIRA.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyalurkan bantuan tanggap darurat senilai Rp130 juta sekaligus menyiapkan langkah penanganan jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih di Kabupaten Sumenep.

​Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Dusun Marang, Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, pada Rabu (14/10/2026).

​Langkah penanganan ini merespons meluasnya dampak kemarau di Kabupaten Sumenep, yang kini menjadi satu dari 25 kabupaten/kota di Jawa Timur dengan status darurat kekeringan. Berdasarkan data Pemprov Jatim, kekeringan di Sumenep telah berdampak pada 70 desa dengan total 271.017 jiwa, termasuk 595 warga di Dusun Marang.

Baca Juga:  Lesap, Pemuda di Antara Sejarah dan Legenda (Bagian 2)

​Rincian Bantuan dan Alokasi Logistik

​Guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat untuk minum, memasak, dan sanitasi, Pemprov Jatim menyerahkan bantuan logistik darurat dengan alokasi tingkat kabupaten (nilai bantuan Rp130 Juta), yakni:

​540 unit jeriken (kapasitas 15 liter),

​90 unit tandon air (kapasitas 1.200 liter), dan ​200 lembar terpal.

Sedangkan ​Penyaluran Khusus Dusun Marang, Desa Larangan Barma, yakni ​2 unit truk tangki air bersih (kapasitas masing-masing 5.000 liter), ​3 unit tandon air, ​2 unit tandon lipat, dan 150 unit jeriken.

​Gubernur Khofifah menegaskan bahwa penyaluran air bersih (dropping air) hanyalah respons jangka pendek. Pemprov Jatim berkomitmen menghadirkan solusi yang berkelanjutan agar masyarakat tidak terus-menerus mengalami krisis air berulang setiap musim kemarau.

Baca Juga:  Target Awal Ekspansi Kabantara Grup di 2026, Kuasai Tiga Provinsi dan Sebelas Kabupaten Ini

​”Kabupaten Sumenep ini jadi salah satu dari 25 Kabupaten yang mengeluarkan status darurat kekeringan. Penanganan kekeringan tidak cukup hanya mengandalkan distribusi air bersih. Kita identifikasi, kalau ada opsi sumur bor akan kita upayakan. Kalau memang memungkinkan secara teknis, kita sediakan di awal 2027, sebelum musim kemarau tahun depan,” tegas Khofifah.

​Rencana pembangunan sumur bor ini akan ditindaklanjuti melalui koordinasi teknis bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur serta instansi terkait untuk memetakan kondisi geologis dan kelayakan titik pengeboran di lapangan.

​Apresiasi dan Harapan Warga

​Perwakilan warga Dusun Marang, Sudi, menyampaikan apresiasinya atas bantuan darurat yang diberikan. Namun, ia menyuarakan harapan besar warga agar rencana pembangunan sumur bor dapat segera direalisasikan secara nyata.

Baca Juga:  Jejak Tiga Khatib Sumenep Cicit Wali Sanga

​”Alhamdulillah, sangat senang mendapat bantuan air bersih ini. Namun setiap tahun saat musim kemarau, kami pasti kekurangan air. Kami berharap banyak kepada Ibu Gubernur agar segera ada pengeboran supaya warga tidak terus mengalami kesulitan air bersih setiap tahunnya,” ujar Sudi.

(Ida)