Pionir Ekspor Rokok Madura dan Langkah Gus Lilur Rajai Pasar Asia Eropa

MAMIRA.ID – Pertumbuhan industri rokok di Jawa Timur, tepatnya di Pulau Madura semakin menjanjikan.

Sehingga upaya untuk menembus, bahkan merajai dunia perekonomian di luar negeri terus dilakukan oleh sejumlah pengusaha.

Tidak terkecuali seorang pengusaha asal Jawa Timur, Owner Rokok Bintang Sembilan (RBS), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy.

Dewasa ini, ribuan pabrik rokok bermunculan dengan berbagai merek. Namun, tidak banyak yang mampu menembus pasar global secara legal.

Kondisi ini coba didobrak HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy atau yang akrab dipanggil Gus Lilur.

Ia berupaya mengekspor rokok Madura ke Asia dan Eropa secara legal. Terus mencari informasi ke berbagai pihak. Satu di antararanya, ke seorang pengusaha rokok asal Lombok yang sukses mengekspor rokok Madura ke Asia dan Eropa. Pertemuan berlangsung di salah satu tempat di Pamekasan, Sabtu (28/02/2026).

Baca Juga:  Wabah Thaun dan Hukuman Raja Sumenep kepada Kiai Gurang Garing

“Saya kenal beliau setelah dikenalkan oleh pejabat Bea Cukai. Beliau ini merupakan eksportir rokok Madura pertama ke Asia dan Eropa secara legal,” ujar Gus Lilur, Ahad (01/03/2026).

Gus Lilur mengaku banyak mendapatkan pengetahuan dari sosok yang enggan disebutkan namanya tersebut. Mulai dari tembakau, saos rokok, pabrik rokok hingga ekspor rokok.

“Soal nama, saya tidak bisa menyebutkan siapa beliau. Tapi bisnis rokoknya sudah ada di pasar lokal dan luar negeri. Salah satunya merek Exodus,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, Gus Lilur mengungkapkan ambisi besarnya untuk menjadi pengusaha rokok terbesar, bukan hanya di Indonesia, tapi juga di Asia dan Eropa.

“Banyak pabrik di Madura, tapi sangat sedikit yang punya nyali dan akses untuk menembus pasar ekspor. Padahal, potensi kita sangat besar,” tambahnya.

Baca Juga:  Rokok Rakyat dan Konglomerat dalam Paradoks Kebijakan Cukai

Ambisi Gus Lilur disambut sang eksportir pertama yang terkejut mengetahui bahwa Gus Lilur ternyata telah membangun jaringan distribusi yang kuat di 9 negara Asia.

Pertemuan tersebut berakhir dengan kesepakatan kerja sama strategis untuk mempercepat penetrasi rokok Madura ke luar negeri.

Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak nilai tambah tembakau Madura dan meningkatkan kesejahteraan petani serta buruh pabrik di wilayah tersebut. Dengan jalur legal, rokok Madura kini bersiap menanggalkan citra sebagai produk kelas dua dan bertransformasi menjadi komoditas ekspor unggulan.