Pemkab Sumenep Bidik Santri Jadi Pencipta Lapangan Kerja Lewat Wirausaha Digital

MAMIRA.ID – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mendorong generasi muda di lingkungan pesantren agar lebih mandiri secara ekonomi. Melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar), Pemkab meluncurkan Program Wirausaha Santri 2026 di Pondok Pesantren Ar-Ruhama, Karduluk, Selasa (06/10/2026).

​Program ini dirancang untuk membekali para santri, santriwati, hingga alumni dengan keterampilan praktis, keberanian berbisnis, serta pemanfaatan teknologi digital. Harapannya, para santri tak hanya siap bersaing di era ekonomi digital, tetapi juga mampu beralih dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja baru.

​Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menyampaikan bahwa pemda berkomitmen mendorong santri agar mampu memanfaatkan perkembangan ekonomi digital serta mengoptimalkan potensi produk lokal di sekitar mereka.

Baca Juga:  Soroti Dugaan Suap Muktamar ke-35 NU, Gus Lilur Singgung Sikap Gus Ipul

​“Wirausaha Santri ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan ruang untuk mengubah kreativitas menjadi peluang usaha yang bernilai ekonomi tinggi. Kita ingin santri punya keberanian dan jeli melihat peluang di tengah kompetisi ekonomi yang kian ketat,” ujar Wabup KH. Imam Hasyim saat membuka acara.

​Pemkab Sumenep menegaskan pentingnya pergeseran pola pikir di kalangan muda, dari pencari kerja (job seeker) menjadi pencipta lapangan kerja (job creator). Dengan tumbuhnya unit usaha baru berbasis pesantren, dampak positifnya diyakini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

​“Ketika usaha yang dikelola para santri berkembang, akan tercipta efek berantai (multiplier effect). Peluang kerja baru terbuka dan roda perekonomian warga di sekitar pesantren otomatis ikut bergerak,” tambahnya.

Baca Juga:  Nyai Andriana: Wanita Eropa ‘Garwa Ampian’ Sultan Abdurrahman Pakunataningrat

Dengan integrasi antara pemahaman agama, penguasaan teknologi, dan jiwa wirausaha, santri diharapkan mampu tampil di barisan depan dalam menggerakkan kemandirian ekonomi daerah.

(Ida)